Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2015

Tokoh Islam : Harun Ar-Rasyid

Harun Ar-Rasyid 

lahir di Rayy pada tahun 766 dan wafat pada tanggal 24 Maret 809, di Thus, Khurasan. Harun Ar-Rasyid adalah kalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah kalifah yang ketiga. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.
Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun Ar-Rasyid dikenal dekat dengan keluarga Barmaki dari Persia (Iran). Di masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn Khalid Al-Barmak.
Era pemerintahan Harun, yang dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan Islam (The Golden Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.
Di masa pemerintahannya beliau :
* Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat.
* Membangun kota Baghdad dengan bangunan-bangunan megah.
* Membangun tempat-tempat peribadatan.
* Membangun sarana pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.
* Mendirikan Baitul Hikmah, sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian.
* Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, mesjid-mesjid, dan istana.
Banyak orang meyakini bahwa khalifah Bani ‘Abbas, Harun al-Rasyid adalah seorang yang suka hura-hura dan foya-foya, hidup dalam gelamour kehidupan. Namun sebenarnya, tidaklah demikian. Harun al-Rasyid amat berbeda dari kondisi seperti itu sama sekali. Beliau adalah Abu Ja’far, Harun bin al-Mahdi, Muhammad bin al-Manshur, salah seorang khalifah Daulah Bani ‘Abbasiah di Iraq, yang lahir tahun 148 H.
Beliau menjadi khalifah menggantikan kakaknya, al-Hadi pada tahun 170 H. Beliau merupakan khalifah paling baik, dan raja dunia paling agung pada waktu itu. Beliau biasa menunaikan haji setahun dan berperang setahun. Sekalipun sebagai seorang khalifah, beliau masih sempat shalat yang bila dihitung setiap harinya mencapai seratus rakaat hingga beliau wafat. Beliau tidak meninggalkan hal itu kecuali bila ada uzur. Demikian pula, beliau biasa bersedekah dari harta pribadinya setiap harinya sebesar 1000 dirham.
Beliau orang yang mencintai ilmu dan para penuntut ilmu, mengagungkan kehormatan Islam dan membenci debat kusir dalam agama dan perkataan yang bertentangan dengan Kitabullah dan as-Sunnah an-Nabawiyyah.
Beliau berumrah tahun 179 H di bulan Ramadhan, dan terus dalam kondisi ihram hingga melaksanakan kewajiban haji. Beliau berjalan kaki dari Mekkah ke padang Arafah.
Beliau berhasil menguasai kota Hiracle dan menyebarkan pasukannya di bumi Romawi hingga tidak tersisa lagi seorang Muslim pun yang menjadi tawanan di kerajaan mereka. Beliau mengirimkan pasukannya yang kemudian menaklukkan benteng Cicilia, Malconia dan Cyprus, lalu menawan penduduknya yang berjumlah 16000 orang.
Harun al-Rasyid wafat dalam usia 45 tahun atau 46 tahun dalam perangnya di Khurasan tahun 193 H.
Semoga Allah merahmati Harun al-Rasyid.

Kamis, 25 Desember 2014

Thariq bin Ziyad, pemanah api yang tak gentar

Assalamu'alaikum wr wb
yaaa jadi admin kali ini hadir lagi mau ngasih informasi tentang salah satu tokoh islam yang sangat hebat.
btw, masih inget kan ID  PODS yang CCCBPH 2014 kemarin??:3
yak! itu dia panah dengan api di ujungnya!

panah itu adalah milik Thariq bin Ziyad. Jadi kali ini admin mau ngebahas tentang sosok Thariq Bin Ziyad!

Thariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya)

Hubungannya sama panah api apa yaa?
Hmm, gini..
Jadi pada musim panas tahun 711 M (92 H), Thariq bin Ziyad berangkat ke Al-Andalus. Pada tanggal 29 April 711 M, pasukan Thariq mendarat di Gibraltar (sekarang disebut juga Jabal Thariq, nama gunungnya dinamain sama kaya beliau loh). Pasukan Thariq bin Ziyad dipilih dengan pasukan yang pandai berenang dan tangguh. Kaum muslimin saat ini menggunakan kapal-kapal yang terbuat dari kayu. Setelah berhadapan dengan kaum musyrikin dengan kapal-kapal baja yang dilengkapi dg perlatan perang yang sangat mumpuni, Thariq bin Ziyad dari kejauhan (daratan) menembakkan panah api ke kapal kayu milik kaum muslimin dan disusul dengan beberapa panah api lainnya. Pasukan muslimin yg berada di kapal pun turun ke dalam air dan berenang. Sementara kapal-kapal yang telah terbakar itu menghantam kapal perang milik kaum musyrikin.


Saat perang, ia berpidato di depan anak buahnya untuk membangkitkan semangat mereka: "...Tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian. Demi Allah, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran."

Pasukan Thariq menyerbu wilayah Andalusia berhasil meraih kemenangan yang menentukan atas kerajaan Visigoth, di mana rajanya, Roderick terbunuh pada tanggal 19 Juli 711 dalam pertempuran Guadalete. Setelah itu, Thariq menjadi gubernur wilayah Andalusia sebelum akhirnya dipanggil pulang ke Damaskus oleh Khalifah Walid I.

Mengenai asal-usul Thariq bin Ziyad sendiri, ada yang menyebutkan bahwa dia keturunan Bani Hamdan dari Persia, ada juga yang menyebutkan dia dari Bangsa Vandals. Menurut Alwi Alatas, Thariq berasal dari keluarga muslim dan sejak kecil telah dididik secara Islam oleh ayahnya pada masa kekuasaan Uqbah bin Nafi di Ifriqiya. Menurut pendapat lain, Thariq bin Ziyad adalah bekas budak Musa bin Nusayr. Musa membebaskannya setelah melihat potensi Thariq, kemudian menempatkannya di pasukannya. Bisa jadi Thariq bin Ziyad sudah berada di pasukan Musa bin Nusayr saat Musa baru tiba di Qayrawan. Namun, saat itu Thariq belum dikenal dengan luas.


Mengenai sejarah kemunculan Thariq bin Ziyad sendiri ada sebuah legenda yang dikenal dengan :   "Legenda Istana 27 Gembok"

Alkisah, Kerajaan Visigoth memiliki satu istana yang sangat indah di Toledo dan memiliki 27 gembok. Raja-raja sebelumnya selalu berpesan bahwa apapun yang terjadi, istana itu tidak boleh dimasuki satu orang pun. Setiap raja yang baru bahkan menambahkan satu gembok sehingga ada 27 gembok. Saat Roderick naik tahta, ia sangat penasaran dengan isi istana itu. Pada suatu hari, ia membongkar semua gembok yang ada dan memasuki istana itu. Ternyata, di dalam istana itu terdapat sebuah ruangan lagi yang dikunci. Setelah membongkar kunci ruangan itu, Roderick kembali memasuki ruangan yang lebih dalam lagi.Ternyata di dalam ruangan itu ada sebuah perkamen yang berisi lukisan orang-orang yang sedang menunggang kuda. Mereka memakai baju yang kasar, penuh debu, memakai sorban di kepalanya, dan pedang mereka melengkung. Di sana juga terdapat sebuah tulisan,"Kapan pun ruang perlindungan ini dilanggar dan mantra yang terdapat pada guci ini dilanggar, orang-orang yang terlukis pada guci ini akan menyerbu Andalusia, menggulingkan singgasana rajanya, serta menduduki seluruh negeri" Roderick ketakutan setelah membaca itu dan meyakini bahwa bencana akan menimpa dirinya.

Yaak, mungkin segitu cerita tokoh islam dari admin. Semoga kecerdikan dan keimanan serta keberanian Thariq bin Ziyad dapat dicontoh oleh kita semua. Mohon maaf kalau ada salah yaaa.
Wallahu'alambishawab

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

source: wikipedia.org