Senin, 21 September 2015

Qurban Yuk!!

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha.

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berqurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban.

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya? ”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah.

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa.

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama.

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [QS. Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [QS. Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [QS. Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kamin tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [QS. Ash Shaffat : 102 - 107]

Wallahu a'lam bish showab.

Kamis, 17 September 2015

Jagalah Sholat

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat atas Rasulillah Shallallah
u 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Meremehkan shalat adalah perbuatan dosa besar. Tindakan yang membahayakan keimanan. Karena shalat termasuk perkara dien (agama) yang paling penting setelah iman. Siapa yang meremehkan dan menyia-nyiakannya, tidak ada kebaikan padanya.

Orang yang meremehkan shalat dan menyia-nyiakannya, maka terhadap kewajiban yang lain akan lebih meremehkan dan menyia-nyiakan. Sebab, shalat menjadi tiang dan penopang dien seseorang.

Menunda-nunda shalat fardhu tanpa udzur sehingga lewat waktunya adalah dosa besar, bukan maksiat ringan seperti yang dipahami kebanyakan orang.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Makna Idha’atus Shalat (menyia-nyiakan shalat) menurut sebgian ulama tafsir adalah shalat di luar waktunya dan suka meninggalkan shalat.
Umar bin Abdul Aziz berkata tentang maksud ayat di atas,

لم تكن إضاعتهم تركها، ولكن أضاعوا الوقت

“(makna,-ter) mereka menyia-nyiakan shalat itu bukan meninggalkannya, tetapi menunda-nunda waktunya.”
Imam Ibnu Katsir menukil perkataan al-Auza’i yang dari Musa bin Sulaiman dari Al-Qasim bin Mukhaimarah tentang maksud ayat di atas, “Mereka menyia-nyiakan (menunda-nunda) waktunya, kalau meninggalkan maka telah kafir.”

Seseorang yang meremehkan shalat sehingga melaksanakannya keluar dari waktunya akan menemui kerugian, kehancuran, dan tercatat sebagai bagian orang yang lalai. Tempatnya di akhirat adalah satu lembah di jahannam yang sangat dalam dan menjijikkan, yaitu berisi nanah dan darah. Wallahu A’lam.

Sekian dari mimin, semoga bermanfaat ya kawan! Wassallamu'alaykum Wr,Wb. :)

Minggu, 24 Mei 2015

SOAL SOAL LATIHAN BBT (season 2)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
DKM Ar-Rahmah kini kembali hadir dengan BBT (Belajar Bareng Tarbiyah)! Yeey!
nih, untuk soal soal dari Tarbiyah bisa di download di link ini.

Kelas 11
(Pelajaran: Matematika (Wajib dan Peminatan), Fisika, Kimia, Sejarah (Wajib), Ekonomi, dan Biologi)

Kelas 10
(Pelajaran: Matematika (Wajib dan Peminatan), Kimia, Biologi, dan Ekonomi)

Selamat belajar! Tetap ikhlas dan bekerja maksimal, ya. 
Ingat kejujuran itu penting ;)

Selasa, 21 April 2015

MEKAH 2015

Assalamu'alaikum!

Tak terasa 20 April kemarin, Opening SMANSADAY 2015 sudah terlaksana.
Hmmmm berarti rangkaian acaranya pun sudah bisa terlaksana. dan kali ini DKM Ar Rahmah akan berpartisipasi dengan mengadakan rangkaian acara....................



YAK! MEKAH 2015! YEY



Apa itu MEKAH?
MEKAH merupakan kepanjangan dari "Meraih Berkah Bersama Arrahmah" ! 





Acaranya ngapain aja siih?
MEKAH 2015 akan dilaksanakan dalam 2 hari rangkaian acara SMANSADAY di minggu ilmu pengetahuan
Yang pertama akan dilaksanakan lomba-lomba untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
         lomba untuk SD (1-5) : Da'i cilik dan Tahfidz 
         lomba untuk SMP (7-8) : Lomba cepat tepat dan kaligrafi
         lomba untuk SMA (10-11) : Orasi islam dan poster digital islami 
         Banyak dan seru kan lombanyaa??


Yang kedua akan dilaksanakan Tabligh Akbar untuk internal SMAN 1 Bogor. So warga SMANSA don't miss it! dan pematerinya..... adalah.......
YAA!! Ustadz Sukeri Abdillah

Acaranya kapan siih?
Untuk rangkaian lombanya akan dilaksanakan hari Ahad, 26 April 2015
dan untuk tabligh akbar internal akan dilaksanakan hari Kamis, 30 April 2015




Untuk Petunjuk teknis lomba bisa dilihat di..........
lomba SD http://www.4shared.com/file/sk3NBUbuce/Petunjuk_dan_Teknis_Lomba_SD.html
lomba SMP http://www.4shared.com/file/AwfR7Hcmba/Petunjuk_dan_Teknis_Lomba_SMP.html
lomba SMA http://www.4shared.com/file/QYl2Et1Kce/Petunjuk_dan_Teknis_Lomba_SMA.html

Pendaftaran akan dilaksanakan sampai tanggal 24 April 2015
Senin-Jumat 12.00-17.00
Sabtu-Ahad 08.00-11.00
di SMAN 1 Bogor.
Ditunggu kehadiran dan partisipasinya yaa :)


Don't miss your chance.
Da'wah is our way, amar ma'ruf nahi munkar

Untuk info lebih lanjut bisa tanya tanya ke..
FIYANDI 085658071151
GERRY 082190943490
TWITTER @dkmarrahmah
ASK.FM ask.fm/ask_rahmah

Jumat, 27 Maret 2015

Pilih-pilih dalam bersahabat


 Assalamu'alaikum teman-teman! Kali ini admin mau ngasih tau kalian tentang memilih sahabat yang baik. Ternyata, sahabat juga harus pilih-pilih loh, gaboleh asal dalam bersahabat. Penasaran kan maksudnya gimana? Berikut ini ada hadits yang memperkuat pendapat mimin :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إنما مثل الجليس الصا لح والجليس السوء كحا مل المسك ونا فخ الكير فحا مل المسك إما أن يحذ يك (يعطيك) وإما أن تبتاع منه وإما أن تجد منه ريحا طيبة ونا فخ الكير إما أن يحرق ثيا بك وإما أن نجد منه ريحا خبـيثـة
"Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap."
[Hadits Shahih, riwayat Bukhari (no. 5534), Muslim (no. 2638), Ahmad (no. 19163)]

Nah di hadits itu dijelasin tentang pengaruh teman yang diumpamakan oleh penjual minyak wangi dan pandai besi. Di sini penjual minyak wangi diibaratkan sebagai orang yang shaleh, yang di mana jika kita bersamanya akan mendapat keuntungan. Misaknya aja, teman kita yang shaleh ini membaca Al Qur'an, insya allah kita juga dapet pahala dari mendengarkan teman kita tersebut. Lain halnya dengan teman-teman buruk yang diibaratkan sebagai pandai besi. Mereka bisa mempengaruhi kamu sehingga kamu berbuat dosa dan masuk neraka. Hiiii na'udzubillahimindzalik. Allah juga sudah melarang kita dalam firmannya :
واصبر نـفـسك مع الـذين يد عون ربهـم با لغدوة والعشي يريدون وجهـه, ولا تعد عيناك عنهم تريد زينـة الحيوة الد نيا, ولا تطع من أغـفلنـا قلبه, عن ذ كر نا واتبـع هوىه وكـان أمره فرطـا
“Dan sabarkanlah dirimu beserta orang-orang yang menyeru Rabbnya di waktu pagi dan petang dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kamu palingkan wajahmu dari mereka hanya karena kamu menghendaki perhiasan dunia, dan janganlah kamu ikuti orang-orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, dan menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya sangat melewati batas.” (QS. Al-Kahfi: 28)

Selain menjauhi orang-orang buruk akhlaq nya, Allah juga menyuruh kita untuk bersama orang orang yang shaleh, sebagaimana firmannya :

 يــأ يـها الذين ءامنوا تقوا الله وكـونوا مع الصـدقـيـن
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah kalian bersama para shadiqin.” (QS. At-Taubah: 119)

Dalam ayat diatas Allah Ta’ala tidak mencukupkan dengan menyuruh orang-orang yang beriman untuk bertakwa saja kepada-Nya, tetapi juga Dia memerintahkan mereka untuk senantiasa menyertai orang-orang yang jujus sebagai sarana untuk melestarikan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah.
Habibullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الرجل على دين خليله فلينظر أحد كم من يخا لل
“Seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dijadikan teman karibnya.”
[Hadits hasan, riwayat Tirmidzi (no. 2387), Ahmad (no. 8212), dan Abu Dawud (no. 4833)]


 Nah itu dia pembahasan tentang persahabatan. Mulai dari sekarang, coba kita deketin teman-teman kita yang sholeh yang insya allah membawa kita kepada kebaikan.

Sekian dari mimin, terima kasih atas kunjungannya! Wassallamu'alaykum Wr, Wb. :)

Minggu, 18 Januari 2015

Tokoh Islam : Harun Ar-Rasyid

Harun Ar-Rasyid 

lahir di Rayy pada tahun 766 dan wafat pada tanggal 24 Maret 809, di Thus, Khurasan. Harun Ar-Rasyid adalah kalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah kalifah yang ketiga. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.
Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun Ar-Rasyid dikenal dekat dengan keluarga Barmaki dari Persia (Iran). Di masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn Khalid Al-Barmak.
Era pemerintahan Harun, yang dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan Islam (The Golden Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.
Di masa pemerintahannya beliau :
* Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat.
* Membangun kota Baghdad dengan bangunan-bangunan megah.
* Membangun tempat-tempat peribadatan.
* Membangun sarana pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.
* Mendirikan Baitul Hikmah, sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian.
* Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, mesjid-mesjid, dan istana.
Banyak orang meyakini bahwa khalifah Bani ‘Abbas, Harun al-Rasyid adalah seorang yang suka hura-hura dan foya-foya, hidup dalam gelamour kehidupan. Namun sebenarnya, tidaklah demikian. Harun al-Rasyid amat berbeda dari kondisi seperti itu sama sekali. Beliau adalah Abu Ja’far, Harun bin al-Mahdi, Muhammad bin al-Manshur, salah seorang khalifah Daulah Bani ‘Abbasiah di Iraq, yang lahir tahun 148 H.
Beliau menjadi khalifah menggantikan kakaknya, al-Hadi pada tahun 170 H. Beliau merupakan khalifah paling baik, dan raja dunia paling agung pada waktu itu. Beliau biasa menunaikan haji setahun dan berperang setahun. Sekalipun sebagai seorang khalifah, beliau masih sempat shalat yang bila dihitung setiap harinya mencapai seratus rakaat hingga beliau wafat. Beliau tidak meninggalkan hal itu kecuali bila ada uzur. Demikian pula, beliau biasa bersedekah dari harta pribadinya setiap harinya sebesar 1000 dirham.
Beliau orang yang mencintai ilmu dan para penuntut ilmu, mengagungkan kehormatan Islam dan membenci debat kusir dalam agama dan perkataan yang bertentangan dengan Kitabullah dan as-Sunnah an-Nabawiyyah.
Beliau berumrah tahun 179 H di bulan Ramadhan, dan terus dalam kondisi ihram hingga melaksanakan kewajiban haji. Beliau berjalan kaki dari Mekkah ke padang Arafah.
Beliau berhasil menguasai kota Hiracle dan menyebarkan pasukannya di bumi Romawi hingga tidak tersisa lagi seorang Muslim pun yang menjadi tawanan di kerajaan mereka. Beliau mengirimkan pasukannya yang kemudian menaklukkan benteng Cicilia, Malconia dan Cyprus, lalu menawan penduduknya yang berjumlah 16000 orang.
Harun al-Rasyid wafat dalam usia 45 tahun atau 46 tahun dalam perangnya di Khurasan tahun 193 H.
Semoga Allah merahmati Harun al-Rasyid.

Pentingnya Ilmu Pengetahuan

Menuntut Ilmu Agama
Salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim adalah menuntut ilmu. Menuntut ilmu apapun itu, terutama menuntut ilmu agama. Sebagai umat muslim yang patuh pada perintah Allah, kiranya kita mampu untuk melaksanakannya.
Apalagi agama islam sendiri telah mencantumkan dalil – dalilnya tentang wajibnya menuntut ilmu, salah satu contohnya dalam al qur’an surah an Nahl ayat 43 Allah berfirman: “ …bertanyalah kamu kepada orang-orang yang berpengetahuan agama jika kamu tidak mengetahuinya …”, di dalam hadist juga menyebutkan, Dari Anas bin Malik r.a.,  berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Menuntut ilmu adalah satu fardhu yang wajib atas tiap-tiap seorang Islam”.
Oleh karena setiap kita hendak melakukan pekerjaan baik dari hal yang terkecil maupun hal yang terbesar sekalipun, kita tidak dapat melakukannya dengan sembarangan atau bahkan sempurna, melainkan harus sesuai dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengannya, di sinilah sangat nyata bahwa seseorang wajib mempelajari hukum dan peraturan – peraturan islam dalam apa saja yang hendak dilakukannya.
Maka siapa saja yang mengetahui hukum – hukum  Allah dan dapat mengamalkannya sesuai dengan apa yang diketahuinya, sudah tentu ia telah mentaati Allah dengan dua taat dan siapa saja  yang tidak mengetahui dan tidak pula mengamalkannya, sudah tentu ia telah mendurhakai kepada Allah dengan dua kederhakaan, dan siapa saja yang mengetahui hukum Allah dan tidak beramal mengikuti-Nya, maka ia telah mentaati Allah dengan satu ketaatan dan mendurhakai  kepada-Nya dengan satu kedurhakaan.
Akan tetapi, mempunyai pengetahuan saja masih belum cukup, harus dibarengi dengan akhlak yang mulia, baik antar sesama manusia, maupun terhadap Tuhannya.   Agar kita menjadi orang yang mencapai kesempurnaan dan mendapat kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.